Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni digelar SMAN 5 Palangka Raya pada Senin, 2 Juni 2025 pukul 06.30. Para pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengikuti upacara peringatan salah satu hari besar nasional itu dengan khidmat.
Kemeriahan berlangsung di halaman SMAN 5 Palangka Raya pada Kamis, 22 Mei 2025. Semarak Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Bazar Kewirausahaan, dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 sekolah ini digelar bersamaan. Puluhan siswa kelas X dan kelas XI tampak menggelar bazar dengan membuka tempat berjualan aneka minuman dan makanan olahan di bawah tenda mengelilingi arena acara. Sementara itu ratusan siswa lainnya duduk di deretan kursi bawah tenda menyaksikan beragam penampilan, seperti tari daerah, musik, dan paduan suara, yang ditampilkan di atas dan depan pentas.
Salam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat! Angkat tujuh jari tangan. Lima jari kanan, dua jari kiri. Tentu bisa juga lima jari kiri dua jari kanan. Adakah salam yang lebih pas? Maaf, jika kami keliru.
Upaya peningkatan prestasi tidak boleh berhenti. Prestasi guru dan siswa harus terus ditingkatkan. Proses untuk mencapai target yang ditetapkan mesti berjalan. Oleh karena itu, berbagai ajang pembinaan prestasi melalui berbagai kegiatan, seperti OSN, O2SN, dan FLS3N harus disiapkan dan diikuti dengan baik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, S.E.,M.Pd., hadir di SMAN 5 Palangka Raya. Ia bertindak sebagai pembina upacara pada Senin, 5 Mei 2025. Meski kehadirannya agak terlambat dari jadwal, upacara tetap berlangsung lancar dan khidmat.
Warna-warna pakaian adat dan batik Nusantara menghiasi halaman SMAN 5 Palangka Raya. Keragaman rupa pakaian yang dikenakan para peserta upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 2 Mei 2025 itu seperti menggambarkan partisipasi semua anak bangsa untuk mewujudkan pendidikan bermutu.
Penilaian Sumatif Akhir Semester Kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025 SMAN 5 Palangka Raya pun berakhir. Jumat, 25 April 2025 para siswa telah menyelesaikannya. Penilaian yang berlangsung secara daring berbasis laman (website) itu berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti.
Empat pilar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bineka Tunggal Ika begitu penting dipahami oleh warga negara Indonesia, termasuk generasi muda, khususnya para siswa. Mengapa empat Pilar penting? Karena keempatnya mempersatukan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Perkembangan teknologi informasi menggiring warga sekolah untuk menyesuaikan dengan perubahan. Minat siswa pun telah beralih. Mereka lebih banyak membaca media digital daripada membaca tulisan atau gambar di atas kertas.