SMAN 5 Palangka Raya Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw.: Menguatkan Akhlakul Karimah Generasi Muda

SMAN 5 Palangka Raya mengelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. 1446 H. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 15 September 2024 di Masjid Hidayaturrahman. Ratusan siswa dan guru serta staf muslim mengikuti dengan penuh antusiasme.
Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. M. Ramli, M.Pd., menyatakan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada Pengurus Rohis (Rohani Islam) bersama pendidik dan tenaga kependidikan yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap peringatan ini bisa semakin menguatkan karakter mulia agar dapat menghadapi tantangan hidup yang penuh dinamika dan perubahan.
Sementara itu, Ustaz M. Sumardi Bahrani dalam tausiahnya mengajak hadirin, khususnya para siswa untuk senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah Swt. dan mencintai Rasulullah Saw.
Salah satu wujud cinta kepada Nabi Muhammad Saw. adalah dengan sering hadir di masjid untuk melaksanakan salat lima waktu dan mencari ilmu untuk meningkatkan ketakwaan dan menguatkan karakter mulia (akhlakul karimah).
Mencintai dan mendekatkan diri kepada Rasulullah Saw bukan hanya lewat garis keturunan langsung, tetapi yang lebih penting adalah dengan ilmu dan meneladani akhlaknya dan mengamalkan sunahnya.
“Cinta kepada Rasulullah bukan hanya setahun sekali saat peringatan maulid. Mencintainya harus meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus mewarisi ilmu dan keteladanannya untuk mewujudkan setiap generasi yang berakhlak mulia.”
Penting diingat dan diimplementasikan pesan nabi bagi generasi muda dan semua umatnya. Pertama, Kuatkan iman dan ilmu dan terapkan dalam kehidupan. Kita tak cukup hanya cerdas dan berilmu, tetapi yang lebih utama lagi adalah harus beriman kepada Allah Swt.
Kedua, kita harus berhati-hati dalam mencari dan memilih teman. Cari dan pilihlah teman yang baik dan mengajak kepada kebaikan serta meningkatkan keimanan kita. Pertemanan yang baik harus mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Ketiga, kita harus berbuat baik kepada sesama manusia dan alam semesta. Berbuat baik kepada semua makhluk berarti kita melakukan kebaikan kepada semua.
Bahkan, kepada orang yang tidak baik pun kita harus tetap berbuat baik dan menjadi contoh dalam kebaikan.
Perlu dicamkan juga kiranya kata Habib Abdullah Al-Haddad tentang dua hal yang dilakukan manusia yang bodoh di dunia. Pertama, orang bodoh adalah orang yang tahu akan kebaikan, tetapi tidak melakukan kebaikan. Kedua, orang yang tahu akan keburukan, tetapi malah melakukan keburukan.
Semoga kita semua bisa semakin mewujudkan akhlakul karimah sebagai wujud cinta dan meneladani Rasulullah Saw. Mari kita senantiasa meningkatkan iman dan ilmu untuk meraih kemaslahatan dalam kehidupan dunia dan akhirat. (LJ)


















