PEREMPUAN UTUH DI TENGAH BANYAK PERAN
(Refleksi Hari Kartini Tentang Perempuan Peran dan Kekuatan Hati)
Hari Kartini selalu menghadirkan suasana yang khas kebaya dikenakan dengan anggun sanggul ditata rapi dan berbagai seremoni digelar penuh makna semua itu adalah bentuk penghormatan yang indah sekaligus upaya melestarikan warisan budaya bangsa tidak ada yang keliru dengan itu namun di balik keindahan simbol tersebut ada nilai perjuangan yang jauh lebih dalam untuk kita renungkan bersama Raden Ajeng Kartini bukan hanya tentang kebaya tetapi tentang keberanian berpikir semangat belajar dan tekad untuk memperjuangkan hak serta martabat perempuan melalui pendidikan
Bicara Hari Kartini takkan ada habisnya Hari kelahiran perempuan pejuang persamaan hak perempuan itu kerap dimanifestikan lewat seremonial dengan menggunakan kebaya hal tersebut sah sah saja dan sangat baik untuk melestarikan busana nasional kita lagi pula ini tentu tak lepas dari latar belakang Kartini merupakan perempuan Jawa abad ke 19 yang pada masa itu identik dengan sanggul dan pakaian kebaya
Namun yang saya tuliskan berikut bukan tentang kebaya tapi tentang esensi perjuangan seorang Kartini yang harus dimaknai dan diteladani sebagai spirit bagi wanita Indonesia dalam berjuang khususnya dalam dunia pendidikan
Seorang perempuan harus bisa mengambil perannya dalam berbagai sisi kehidupan dengan tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita baik ia sebagai seorang istri maupun seorang ibu Kartini Kartini masa kini tentunya akan mengalami tantangan dan perjuangan yang berbeda dengan Kartini masa penjajahan
Di masa penjajahan Kartini memperjuangkan persamaan hak antara laki laki dan perempuan khususnya dalam mengenyam pendidikan Namun untuk saat ini emansipasi wanita sudah sangat nyata dalam berbagai sisi kehidupan Perempuan tidak lagi dibatasi haknya dalam menempuh pendidikan atau meniti karirnya perempuan saat ini di dalam masyarakat maupun dalam dunia kerja memiliki kesempatan yang sama dengan kaum laki laki
Dalam era emansipasi wanita setinggi apa pun pendidikan sebagus apa pun karir sehebat apa pun seorang wanita di luar sana tetaplah kodratnya sebagai seorang istri dan seorang ibu Tantangan terberat saat ini justru seorang perempuan yang berperan sebagai istri dan sekaligus seorang ibu Perempuan dituntut harus mampu menciptakan keseimbangan antara karir kegiatan sosial dan rumah tangga dengan baik dan seimbang agar tidak tercipta masalah atau kendala Agar semuanya menjadi balance dibutuhkan komitmen yang kuat dan usaha yang terus menerus Yang pasti di sinilah ketulusan dari sosok seorang istri yang juga seorang ibu diuji untuk layak disebut sebagai Kartini masa kini
Sebagai istri sosoknya sangat menentukan dalam mencapai tujuan akan dibawa ke mana biduk rumah tangga yang dibangun Peran istri sebagai sosok penopang perjuangan suami bukanlah hal yang mudah dilakukan jika memandangnya bukan dalam bingkai ketulusan Karena itu sangatlah bijak kalimat yang mengatakan di balik suami yang sukses ada istri yang bijak dan di balik istri yang bijak pasti ada suami sebagai imam yang senantiasa membimbingnya
Sosok perempuan sebagai seorang ibu sangat menentukan kesuksesan akan arah masa depan anaknya karena seorang anak tumbuh dan berkembang lebih banyak dalam asuhan seorang ibu Menjadi seorang ibu yang mengasuh membesarkan dan mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah Ibu adalah penentu dasar pembentukan karakter seorang anak yang akan melekat hingga masa dewasanya Jika pembentukan karakter itu gagal anak akan kehilangan teladan untuk menghadapi perkembangan dirinya
Terlebih lagi di zaman now zaman yang kata orang sangat canggih dan serba digital di mana arus informasi berdatangan dari segala lini seperti air bah dan tak terbendung Repotnya lagi tidak semua informasi yang disajikan berbagai media itu baik untuk perkembangan karakter anak anak kita Tak terhitung lagi berapa banyak informasi dan tayangan negatif yang berdampak buruk dan menyesatkan Di sinilah tugas kita sebagai orang tua sebagai seorang ibu untuk mendampingi anak anak dalam memfilter semua informasi yang datang
Belum lagi ancaman narkoba dan pergaulan bebas yang kian masif dan sangat sulit terkontrol Ini menjadi sebuah ancaman serius terhadap perkembangan anak anak kita Untuk itu sangat dibutuhkan pendampingan yang lebih bermakna dari seorang ibu untuk membentengi semua hal yang terkait dengan perkembangan anak
Seorang anak yang diasuh dalam rumah tangga yang di dalamnya penuh dengan kasih sayang dan takut akan Tuhan maka anak tumbuh dan berkembang dengan sehat dan memiliki karakter kuat kepribadian teguh serta mampu menghadapi kerasnya tantangan kehidupan Pendidikan yang diterapkan di keluarga akan menjadi benteng baginya dari serangan dan godaan dari luar
Sebagai anak yang sudah dididik dan dibesarkan dengan kasih sayang dan pendidikan terbaik oleh orang tua kita akan menjadi insan yang mandiri Jadi sesibuk apa pun dengan keluarga kecil yang dibangun serta serumit apa pun dengan pekerjaan bukan berarti kita tidak punya waktu memberikan perhatian dan kasih sayang untuk anak anak dan orang tua kita yang sudah sepuh bagi yang masih memiliki orang tua
Selamat menjadi Kartini Masa Kini mari kita jadikan perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai inspirasi untuk terus melangkah bukan sekadar hadir tetapi benar benar memberi arti
Kita mungkin tidak lagi hidup dalam keterbatasan seperti Kartini dahulu namun tantangan kita hari ini tidak kalah berat kita diuji oleh waktu oleh peran yang bertumpuk oleh tuntutan yang seakan tak pernah selesai
Ada masa di mana saya sendiri berada di titik lelah ketika semua peran datang bersamaan tuntutan sebagai ibu sebagai istri dan sebagai perempuan yang juga ingin terus bertumbuh Di saat itulah saya belajar bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak lelah tetapi tetap memilih berjalan dengan hati
Di titik lelah itu kita diingatkan bahwa menjadi perempuan bukan tentang menjadi sempurna tetapi tentang tetap berdiri tetap menguatkan tetap memberi walau sering kali diri sendiri terabaikan
Menjadi istri yang setia menjadi ibu yang mengasuh dengan cinta menjadi perempuan yang terus belajar dan tidak kehilangan jati dirinya itulah perjuangan yang sesungguhnya
Jika hari ini terasa berat jangan berhenti jika langkah terasa lambat jangan menyerah karena dari rahim ketulusan dari hati yang terus berjuang di sanalah lahir generasi yang kuat
Kartini masa kini bukan tentang siapa yang paling terlihat hebat tetapi siapa yang paling tulus menjalani perannya dengan sepenuh jiwa
Dan pada akhirnya yang akan dikenang bukan seberapa tinggi kita berdiri tetapi seberapa banyak kita menguatkan dan menerangi
Sebagai penutup ada hal yang harus kita ingat kita harus selalu menjaga kesehatan fisik dan mental agar kita selalu bisa berkarya dalam peran kita masing masing
21 April 2026
Dr.Rusnanie ,M.Pd (Rose ????)
Tulisan Lainnya
Literasi Membuka Makna Numerasi Menajamkan Logika
Masihkah Kita Salah Memahami Literasi dan Numerasi? Dalam setiap langkah pendampingan di sekolah binaan, ada satu hal yang selalu saya bawa dan saya sampaikan. Bukan karena ini hal bar
Suara Hati Pengawas Sekolah: Dari Kegelisahan Menuju Pembelajaran Bermakna melalui Kelas Digital Huma Betang
Dalam setiap langkah saya sebagai Pengawas Sekolah, ada ruang-ruang sunyi yang sering kali justru paling banyak mengajarkan saya tentang makna pembelajaran. Saya datang ke sekolah. Mem
Tegur Sapa Budaya Positif di SMAN 5 Palangka Raya
Anthea Mujha Wawey Dalam kehidupan modern, nilai-nilai kemanusiaan sering terlupakan. Namun, di tengah gelombang globalisasi yang terus meningkat, SMAN 5 Palangka Raya membuktikan bahw
Tegur Sapa Budaya Positif di SMAN 5 Palangka Raya
Anthea Mujha Wawey Dalam kehidupan modern, nilai-nilai kemanusiaan sering terlupakan. Namun, di tengah gelombang globalisasi yang terus meningkat, SMAN 5 Palangka Raya membuktikan bahw
Refleksi Guru BK di Akhir Semester
Akhir semester selalu menjadi ruang hening bagi guru BK untuk menoleh ke belakang. Bukan sekadar menghitung jumlah layanan yang terlaksana, tetapi merenungi setiap proses yang telah dil
